Penulis: Taufik Rama Wijaya
TULASAN.ID, Mamasa – Bupati Kabupaten Mamasa, Welem Sambolangi diminta untuk melakukan investigasi dan menindak pelaku pemotongan Dana Daerah Terpencil (Dacil), bagi para guru yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa.
“Kami menantang Bapak Bupati Mamasa sebagai pemimpin, untuk bertindak nyata terhadap para oknum pelaku pemotongan Dacil guru,” kata aktivis Mamasa, Boby Harianto, Kamis (15/05/2025).
Menurutnya, seharusnya pemerintah Kabupaten Mamasa melakukan investigasi untuk melakukan pembuktian kebenaran terhadap tunjangan Dacil para guru.
Jika terbukti benar, pemerintah daerah harus mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum nakal di Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa.
“Supaya tidak terkesan hanya omon-omon bupati atau menciptakan isu liar di masyarakat. Tindak tegas para pelaku kalau terbukti benar,” pungkas Boby.
Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten (EK) Mamasa juga mengkritisi persoalan ini.
Ditegaskan, Dacil adalah hak guru yang tidak boleh dikebiri oleh siapa pun.
“Dacil itu adalah hak guru yang telah berjuang di daerah terpencil. Kasihan mereka, jangan hak mereka dipotong. Makanya, pemerintah harus mengusut tuntas kasus secara serius hingga tuntas. Tindak para oknum nakal agar ketidakadilan terhadap guru tidak berlanjut dan bisa memberikan efek jera,” ujar Ketua LMND EK Mamasa, Janwarhadi.
Diketahui, sebelumnya Bupati Kabupaten Mamasa, Welem Sambolangi sempat memberikan pernyataan teguran di hadapan para guru saat menghadiri upacara pemakaman salah seorang guru di Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa.


