HomeEkonomiTagihan PDAM Mamasa Naik Drastis Hingga 1000 Persen, Warga Kaget Usai Penggantian...

Tagihan PDAM Mamasa Naik Drastis Hingga 1000 Persen, Warga Kaget Usai Penggantian Meteran

Penulis: Taufik Rama Wijaya

TULASAN.ID, Mamasa — Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Mamasa mengeluhkan lonjakan tagihan air yang dinilai tidak wajar. Kenaikan bahkan disebut mencapai hingga 1000 persen setelah dilakukan penggantian meteran air di rumah pelanggan.

Salah satu pelanggan mengaku terkejut karena tagihan bulanannya yang sebelumnya hanya sekitar Rp59.000, tiba-tiba melonjak menjadi Rp509.000 per bulan. Kenaikan ini terjadi setelah meteran air di rumahnya diganti oleh pihak PDAM.

“Biasanya saya bayar sekitar Rp59 ribu per bulan. Tapi setelah meteran diganti, langsung naik jadi Rp509 ribu. Padahal pelayanan juga tidak ada perubahan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa distribusi air masih sering bermasalah. Bahkan, dalam beberapa kondisi, air tidak mengalir hingga lima hari. Masalah ini disebut telah terjadi sejak tahun lalu, namun kenaikan tagihan baru dirasakan belakangan ini.

Direktur PDAM Kabupaten Mamasa, Nurhadi Lake, saat dikonfirmasi membenarkan adanya perubahan sistem penagihan tersebut. Menurutnya, kenaikan terjadi karena penyesuaian tarif berdasarkan kelompok pelanggan serta akurasi penggunaan air setelah penggantian meteran.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, sebagian pelanggan di kelompok tarif bisnis hanya dikenakan biaya pemeliharaan rutin sekitar Rp59.000, tanpa perhitungan konsumsi air yang akurat.

“Kelompok 3 untuk Rumah Mewah/ Indrusti berada di kisaran Rp4.500 Untuk 10 Kubik Pertama, Rp5.000 per kubik untuk pemakaian diatasnya, Sedangkan kelompok 2 untuk masyarakat umum dikenakan Rp2.000 per kubik untuk 10 kubik pertama, dan Rp3.500-4.500 per kubik untuk pemakaian di atasnya, dan Kelompok 1 tempat Ibadah dan fasilitas umum lainnya itu di Kenakan Biaya Rp2.000/Kubik” jelasnya pada Kamis, (2/4/2026).

Lebih lanjut, Nurhadi menyebut bahwa penggantian meteran dilakukan untuk meningkatkan akurasi pencatatan penggunaan air pelanggan. Selain itu, pihak PDAM juga telah melakukan sejumlah upaya peningkatan pelayanan, seperti pembersihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) khususnya di wilayah Kota Mamasa serta pembersihan intake sumber air.

Meski demikian, ia mengakui bahwa perbaikan pelayanan masih terus berproses dan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan air, karena sekarang penggunaan sudah terukur dengan lebih akurat,” tambahnya.

Diketahui, sekitar 200 unit meteran air akan diganti secara bertahap di sejumlah wilayah, meliputi Kota Mamasa, Mambi, Sumarorong, dan Tabulahan.

Kenaikan tagihan yang signifikan ini pun menuai perhatian publik. Warga berharap pemerintah daerah dan PDAM dapat memberikan penjelasan yang lebih transparan serta memastikan pelayanan air bersih benar-benar sebanding dengan biaya yang dibebankan kepada masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img