HomeLingkungan & KesehatanLMND Mamasa Dorong Pemda Dengarkan Suara Rakyat dalam Polemik TPA Salurano

LMND Mamasa Dorong Pemda Dengarkan Suara Rakyat dalam Polemik TPA Salurano

Penulis : Taufik Rama Wijaya

TULASAN.ID, Mamasa – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Mamasa menegaskan dukungan penuh terhadap masyarakat Desa Malabo dan Desa Salurano yang menolak rencana pengaktifan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Salurano. LMND menilai aspirasi warga yang disuarakan dengan tegas harus menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah dalam mengambil keputusan.

Sekretaris LMND Mamasa, Efraim, menyatakan bahwa penolakan masyarakat memiliki dasar yang kuat dan rasional.

“Lokasi TPA hanya berjarak sekitar 300 meter dari pemukiman, padahal aturan mewajibkan jarak minimal satu kilometer. Jika dipaksakan, ke depan pasti akan menimbulkan pencemaran, mengganggu kesehatan, serta merusak lahan pertanian maupun peternakan warga,” tegasnya.

Ia juga menyoroti absennya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang membuat rencana pengaktifan kembali TPA Salurano tidak memiliki dasar hukum.

“Tanpa AMDAL, kebijakan ini cacat sejak awal. Pemerintah tidak boleh mengorbankan rakyat dengan kebijakan yang justru bertentangan dengan aturan,” tambahnya.

Lebih lanjut, LMND menilai wacana pengoperasian TPA hanya untuk jangka waktu satu tahun bukanlah solusi, melainkan bentuk penundaan masalah.

“Setelah satu tahun, persoalan sampah akan kembali muncul, sementara masyarakat sudah menanggung risiko sejak awal. Yang dibutuhkan adalah solusi jangka panjang yang berkelanjutan dan tidak merugikan rakyat,” jelas Efraim.

LMND menegaskan bahwa masyarakat Malabo dan Salurano sudah berpikir jauh ke depan, memikirkan keselamatan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya. Sebaliknya, pemerintah daerah dinilai masih mengambil langkah instan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi kehidupan rakyat.

Oleh karena itu, LMND Mamasa mendorong Pemda untuk benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat, segera membatalkan rencana pengaktifan TPA Salurano, dan mencari alternatif pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, adil, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Keberpihakan pada rakyat adalah syarat utama lahirnya kebijakan yang adil. Perjuangan masyarakat Malabo dan Salurano adalah perjuangan bersama seluruh rakyat Mamasa untuk mempertahankan ruang hidup yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Efraim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img