HomePendidikanGedung Tak Layak, SMPN 6 Pana Terpaksa Tutup Sementara, KMKM Desak PEMDA...

Gedung Tak Layak, SMPN 6 Pana Terpaksa Tutup Sementara, KMKM Desak PEMDA Bergerak

Penulis : Taufik Rama Wijaya

TULASAN.ID, Mamasa – Aktivitas belajar di SMP Negeri 6 Pana, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, terpaksa dihentikan sementara. Keputusan itu diambil karena kondisi gedung sekolah yang dinilai tidak layak digunakan sebagai tempat belajar bagi para siswa.

Kepala Sekolah SMPN 6 Pana, Paillin, S.Pd, menjelaskan bahwa penutupan sekolah dilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus upaya untuk menarik perhatian pihak terkait agar segera mengambil tindakan.

“Dengan kondisi fasilitas gedung yang saat ini tidak layak digunakan sebagai tempat belajar oleh siswa-siswi SMPN 6 Pana, maka kami tutup sekolah supaya ada tindakan yang dilakukan dinas bersangkutan,” ujar Paillin, Senin (6/10/2025)

Paillin menambahkan, dirinya telah berulang kali menghadap ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa untuk melaporkan kondisi tersebut, namun hingga kini belum ada langkah nyata dari instansi terkait.

Akibat penutupan itu, sebanyak 37 siswa SMPN 6 Pana sementara waktu tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kami hanya berharap anak-anak kami diperhatikan dan diberikan fasilitas yang layak sebagaimana sekolah-sekolah negeri lainnya,” tambahnya.

Kondisi memprihatinkan yang dialami SMPN 6 Pana juga mendapat perhatian dari Kesatuan Mahasiswa Kabupaten Mamasa (KMKM).

Ketua KMKM, Sanda Layuk, menyampaikan sikap tegas organisasi mahasiswa tersebut terkait kasus ini.

“Kami menuntut Dinas Pendidikan untuk segera memberikan fasilitas gedung sekolah yang layak kepada siswa-siswi SMPN 6 Pana,” tegas Sanda Layuk.

Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa agar segera mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan, terutama dalam hal pemerataan fasilitas pendidikan di wilayah terpencil.

“Pemerintah harus hadir memastikan semua anak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama untuk belajar di tempat yang aman dan layak,” ujarnya.

SMPN 6 Pana yang sebelumnya dikenal dengan nama SMP Sinar Harapan Mamullu, didirikan pada tahun 2003 dan kemudian dinegerikan pada tahun 2021. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi bangunan sekolah terus memburuk tanpa ada perbaikan yang berarti.

Pihak sekolah dan masyarakat berharap, penutupan sementara ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan dinas terkait agar segera menindaklanjuti kebutuhan pembangunan atau renovasi gedung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img