HomeLingkungan & KesehatanAsosiasi Petani Milenial Mamasa Temui Bupati, Bahas Langkah Strategis Paska Pengukuhan

Asosiasi Petani Milenial Mamasa Temui Bupati, Bahas Langkah Strategis Paska Pengukuhan

Penulis : Taufik Rama Wijaya

TULASAN.ID, Mamasa Pasca dikukuhkan secara resmi pada 9 Juni lalu, Asosiasi Petani Milenial Mamasa (APMM) langsung bergerak cepat.  Pada Kamis, (12/06/2025), perwakilan pengurus APMM yang dipimpin oleh Ketua Umum Andi Sulkipli melakukan kunjungan resmi ke Kantor Bupati Mamasa. Pertemuan ini membahas langkah strategis awal untuk mengimplementasikan visi dan misi asosiasi dalam membangkitkan sektor pertanian daerah berbasis generasi muda.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. Di sisi lain, jajaran pengurus APMM turut hadir lengkap, bersama divisi strategis dalam asosiasi.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua APMM Andi Sulkipli menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi mitra aktif Pemda Mamasa dalam menyusun dan menjalankan program-program pertanian yang berpihak kepada petani muda.

“Kami tidak ingin asosiasi ini hanya menjadi simbol. Kami ingin turun langsung ke lapangan, menyentuh masalah riil petani muda, dan menghadirkan solusi konkret,” ujarnya.

Zul juga memaparkan sejumlah agenda prioritas yang telah dirumuskan oleh timnya, antara lain: Membangun kebun percontohan sebagai Pilot Project di Rano, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Membangun database petani muda aktif di seluruh kecamatan, Mendorong pembentukan koperasi pemuda tani berbasis desa, Menjalin kemitraan dengan pelaku usaha tani dan perguruan tinggi pertanian, Mengusulkan program pelatihan dan inkubasi agribisnis berbasis teknologi tepat guna Serta Mengadakan event pameran dan Lomba hasil pertanian tahun 2026.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Welem Sambolangi memberikan apresiasi atas keseriusan pengurus APMM. Ia menyebut pertemuan ini sebagai tindak lanjut penting dari pengukuhan yang baru saja dilaksanakan.

“Saya bangga karena kalian tidak menunggu terlalu lama untuk mulai bekerja. Ini bukti bahwa regenerasi pertanian bukan sekadar wacana, tapi sudah mulai berjalan, kalau kata pak ajbar jangan melambat di jalur Cepat, tapi pesan saya kalau bisa di kerjakan hari ini kenapa menuggu besok” tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera membangun desk khusus pendampingan bagi petani milenial dan SK Bupati untuk Asosiasi Petani Milenial Mamasa. Ia juga menyarankan agar APMM menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan program jangka pendek, menengah, dan panjang yang akan disinergikan dengan rencana pembangunan daerah.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan Sertifikat pengukuhan yang berisi kesepakatan untuk bersama-sama mempercepat transformasi pertanian melalui penguatan peran generasi muda.

Dengan langkah cepat ini, Asosiasi Petani Milenial Mamasa menunjukkan komitmennya sebagai wadah penggerak perubahan yang siap menjadi ujung tombak pembangunan pertanian Mamasa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img