Penulis : Taufik Rama Wijaya
TULASAN.ID, Mamasa – Ketua Asosiasi Petani Milenial Mamasa, Andi Sulkipli, memberikan apresiasi kepada PT Kencana Hijau Bina Lestari (KHBL) atas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan petani lokal, khususnya dalam pengelolaan getah pinus yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Dalam keterangan persnya, Andi Sulkipli menyampaikan bahwa kehadiran PT KHBL telah memberikan peluang kerja nyata bagi petani muda serta mendorong peningkatan kesejahteraan di desa-desa penghasil getah pinus.
“Kami melihat adanya keseriusan dari PT KHBL dalam membangun kemitraan jangka panjang dengan masyarakat. Tidak hanya membeli getah pinus, mereka juga mendampingi petani dalam proses penyadapan yang benar, termasuk menjaga kelestarian hutan pinus,” ujar Andi Sulkipli.
Andi menambahkan, sejak beroperasinya PT KHBL, petani di sejumlah kecamatan seperti Tabang, Nosu, dan Messawa mendapatkan akses pasar yang lebih pasti. Harga getah menjadi lebih stabil, dan petani pun mendapatkan edukasi teknis penyadapan yang ramah lingkungan.
“Anak-anak muda mulai kembali ke desa untuk mengelola hutan dan menjadi bagian dari rantai usaha ini. Ini sebuah langkah konkret dalam menciptakan petani milenial yang mandiri dan profesional,” tambahnya.
Selain aspek ekonomi, KHBL juga dinilai berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Dalam program kerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan kelompok tani, perusahaan ini telah melakukan penanaman ribuan bibit pohon pinus untuk regenerasi hutan.
“Kami dari asosiasi akan terus mendorong agar kolaborasi seperti ini diperluas. Kami yakin jika dunia usaha, petani, dan pemerintah berjalan seiring, maka potensi hutan Mamasa bisa menjadi sumber kemakmuran bersama,” tutup Andi.
Asosiasi Petani Milenial Mamasa berharap ke depan akan ada lebih banyak kegiatan pelatihan, penyuluhan, dan program inovatif yang bisa melibatkan petani muda dalam rantai bisnis hutan bukan kayu, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pengolahan getah dan produk turunannya.


