Penulis :Taufik Rama Wijaya
TULASAN.ID, Mamasa — Memasuki tahun keempat pasca pembunuhan sepasang suami istri di Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, sorotan terhadap kinerja aparat penegak hukum kembali mencuat. Hingga kini, kasus yang mengguncang masyarakat Pitu Ulunna Salu (PUS) itu belum juga menemukan titik terang.
Nandar Kurniawan, pemuda Pitu Ulunna Salu (PUS), menyampaikan kekecewaan mendalam atas lambannya penanganan kasus tersebut. Ia menilai, berlarut-larutnya proses pengungkapan membuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin melemah.
“Sudah empat tahun berlalu, tapi belum ada kejelasan siapa pelaku dan apa motif di balik pembunuhan yang tidak manusiawi itu. Harapan masyarakat agar kasus ini diungkap seolah hanya menjadi janji yang tidak pernah ditepati,” ujar Nandar saat dimintai keterangan, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, lambannya penanganan perkara ini menjadi cerminan lemahnya komitmen aparat dalam menegakkan keadilan, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mamasa. Ia menilai, masyarakat berhak mendapatkan kepastian hukum dan rasa aman.
“Kami melihat ada ketimpangan. Ketika menyangkut urusan politik, aparat bisa bergerak cepat. Tapi ketika nyawa manusia melayang, prosesnya sangat lambat. Ini yang membuat publik bertanya-tanya,” tegasnya.
Nandar juga menyoroti dampak psikologis yang masih dirasakan keluarga korban dan masyarakat sekitar. Trauma dan ketakutan, katanya, masih membayangi warga Aralle hingga hari ini.
“Keluarga korban seperti dibiarkan berjuang sendiri menghadapi trauma. Masyarakat pun hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Ini bukan sekadar soal hukum, tapi juga soal kemanusiaan,” lanjutnya.
Ia mendesak agar aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dengan melakukan investigasi mendalam dan transparan. Selain itu, Nandar berharap para pemangku kebijakan daerah, khususnya DPRD Kabupaten Mamasa, turut mengambil peran aktif mendorong percepatan pengungkapan kasus.
“Kami berharap DPRD sebagai representasi rakyat dapat menggunakan kewenangannya untuk mendorong aparat kepolisian agar serius dan terbuka dalam menangani kasus ini. Jangan sampai keadilan hanya menjadi slogan,” katanya.
Sebagai bagian dari elemen pemuda Pitu Ulunna Salu, Nandar menegaskan komitmen untuk terus mengawal proses hukum hingga kasus tersebut benar-benar terungkap.
“Kami tidak akan berhenti bersuara. Komitmen kami jelas, mengawal kasus ini sampai terungkap siapa dalang di balik peristiwa tragis tersebut. Keadilan harus ditegakkan, dan kebenaran harus diungkap,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.


