HomeAdat & BudayaTendri Itti Terpilih Nahkodai AMAN Sulsel, Hasil Muswil IV Kukuhkan Kepemimpinan Baru...

Tendri Itti Terpilih Nahkodai AMAN Sulsel, Hasil Muswil IV Kukuhkan Kepemimpinan Baru Gerakan Masyarakat Adat

Penulis: Taufik Rama Wijaya

TULASAN.ID, Gowa – Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi menetapkan Tendri Itti sebagai Ketua Pelaksana Harian (PH) Wilayah AMAN Sulsel untuk periode 2025–2030. Pemilihan yang berlangsung pada Kamis malam, 30 Oktober 2025, di Komunitas Masyarakat Adat Bulutana, Kabupaten Gowa, ini menandai babak baru kepemimpinan AMAN di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain menetapkan Tendri Itti sebagai Ketua PH Wilayah, forum Muswil juga memilih Sardi Razak sebagai Ketua Dewan AMAN Wilayah (DAMANWIL) Sulsel. Keduanya terpilih melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, dengan dukungan dari ratusan peserta delegasi komunitas adat se-Sulawesi Selatan dan sebagian wilayah Sulawesi Barat.

Turut mendampingi dalam struktur kepemimpinan baru AMAN Sulsel, sejumlah tokoh adat dan aktivis muda yang juga terpilih dalam jajaran Dewan AMAN Wilayah, antara lain: Herman Sarira (Wakil Ketua), Marthina Palayaukan, Saadiya Majid, Alex Palulungan, Jaysa, dan Made Amin.

Kepemimpinan Baru, Semangat Baru

Dalam sambutannya setelah terpilih, Tendri Itti menegaskan komitmennya untuk melanjutkan semangat konsolidasi yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya, sekaligus memperkuat gerakan masyarakat adat di tingkat akar rumput.

“Kepemimpinan ini bukan tentang individu, tapi tentang kolektivitas dan keberlanjutan perjuangan. AMAN Sulsel harus hadir lebih dekat dengan komunitas adat, menjadi ruang yang benar-benar hidup bagi perjuangan mereka,” ujarnya di hadapan peserta Muswil.

Ia menambahkan, AMAN Sulsel akan memperkuat kerja-kerja advokasi di bidang pengakuan hukum, pemetaan wilayah adat, dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga-lembaga masyarakat sipil.

“Kita akan memperjuangkan agar setiap komunitas adat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tidak hanya diakui secara simbolik, tetapi benar-benar dilindungi dan diberdayakan,” tegasnya.

Dewan Aman Wilayah Tegaskan Arah Gerakan

Sementara itu, Sardi Razak, Ketua DAMANWIL Sulsel terpilih, menekankan pentingnya menjaga marwah dan arah perjuangan AMAN agar tetap berakar pada nilai-nilai adat dan solidaritas lintas komunitas.

“Gerakan masyarakat adat harus tetap berdiri di atas semangat kemandirian dan kebersamaan. Tugas kita ke depan adalah memperkuat basis, memastikan pengorganisasian berjalan dari komunitas, oleh komunitas, dan untuk komunitas,” katanya.

Sardi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta Muswil IV yang telah menjaga jalannya forum dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Tonggak Baru untuk Gerakan Masyarakat Adat Sulsel

Muswil IV AMAN Sulsel, yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi, bersama perwakilan dari DPR RI, pemerintah daerah, serta perwakilan komunitas dari Sulsel dan Sulbar, menghasilkan sejumlah keputusan penting yang akan menjadi arah kerja lima tahun ke depan.

Beberapa poin strategis hasil Muswil antara lain:
1. Penetapan Pengurus Wilayah AMAN Sulsel Periode 2025–2030.

2. Rekomendasi percepatan Konsolidasi Masyarakat Adat di Sulawesi Barat dan Pengurus Daerah AMAN di Polman serta Mamuju Raya.

3. Penegasan dukungan terhadap percepatan pengesahan  dan impelemen tasi Peraturan Daerah (Perda) Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat di Provinsi Sulawesi Selatan Dan Barat dan juga Kabupaten/Kota di SULSELBR

4. Komitmen memperkuat peran perempuan, pemuda, dan lembaga adat dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal.

5. Rencana penguatan pendidikan adat dan ekonomi komunitas melalui kerja kolaboratif dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra.

Dari Bulutana untuk Nusantara

Menutup rangkaian kegiatan, Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga semangat konsolidasi dan memperluas solidaritas antarwilayah.

“Muswil Sulsel bukan hanya agenda organisasi, tetapi bagian dari perjalanan panjang gerakan masyarakat adat di Nusantara. Dari Bulutana, kita mengirimkan pesan: masyarakat adat tidak akan pernah hilang selama mereka terus bersatu dan bergerak,” tutur Rukka.

Muswil IV AMAN Sulsel 2025 pun ditutup dengan upacara pelantikan pengurus baru dan doa adat bersama, disertai harapan agar kepemimpinan baru ini mampu membawa AMAN Sulsel menjadi wadah perjuangan yang semakin solid, progresif, dan berakar kuat di komunitas.

Dengan semangat “Berdaulat, Mandiri, dan Bermartabat,” kepengurusan baru AMAN Sulsel siap melanjutkan langkah perjuangan masyarakat adat menuju pengakuan penuh atas hak, wilayah, dan martabat mereka di tanah sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img