Penulis: Febry
TULASAN.ID, Mamasa — Dalam pertemuan antara Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Sulawesi Barat dan Bupati Mamasa, turut hadir pula aktivis muda Rihardes L. Memanna, yang selama ini dikenal vokal mengawal isu reformasi birokrasi di Kabupaten Mamasa.
Rihardes menegaskan bahwa pelaksanaan Jobfit oleh Pemerintah Daerah Mamasa merupakan langkah maju dan angin segar bagi masyarakat yang selama ini menuntut perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan.
“Jobfit ini harus dipertahankan karena telah digelar secara profesional dan independen. Ini merupakan jawaban atas aspirasi rakyat Mamasa yang menginginkan adanya perubahan sistem dalam birokrasi kita,” ujar Rihardes L. Memanna dalam forum tersebut.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak boleh mundur dari agenda reformasi birokrasi. Menurutnya, Mamasa ke depan akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang kompeten, berintegritas, dan ditempatkan berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan.
“Reformasi birokrasi bukan hanya sekadar mengganti posisi, tetapi membangun fondasi baru agar pemerintahan berjalan profesional dan berpihak pada kepentingan publik,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris LMND Sulawesi Barat Yudi Sadewa juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh langkah Bupati Mamasa untuk menuntaskan agenda reformasi birokrasi dan melakukan pelantikan pejabat sesuai dengan hasil Jobfit.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambolangi memastikan bahwa hasil Jobfit tetap menjadi acuan utama. “Semua hasil sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk proses persetujuan teknis. Setelah itu, kita akan lakukan pelantikan sesuai prosedur,” ujar Bupati.
Dengan semakin banyaknya dukungan dari kalangan mahasiswa dan aktivis, publik Mamasa berharap proses reformasi birokrasi benar-benar berjalan transparan, objektif, dan tanpa intervensi politik, demi mewujudkan visi besar Mamasa Menuju Mamase.


