Penulis : Taufik Rama Wijaya
TULASAN.ID, Majene — Aliansi Mahasiswa Mamasa di Majene melaksanakan audiensi resmi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa pada jum’at (28/11/2025), untuk menagih komitmen terkait realisasi pembangunan Student Center bagi mahasiswa Mamasa yang menempuh pendidikan di Kabupaten Majene.
Pertemuan ini turut dihadiri Asisten Pemerintah Daerah, Kepala Bagian Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, serta sejumlah ketua organisasi kedaerahan dan kepemudaan asal Mamasa.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai komitmen yang telah disampaikan Pemda Mamasa kepada pengurus Aliansi Mahasiswa Mamasa di Majene dalam enam bulan terakhir. Salah satu topik utama yang kembali ditegaskan adalah kebutuhan mendesak atas Student Center sebagai fasilitas pendukung aktivitas akademik, ruang komunitas, serta pusat pengembangan kapasitas mahasiswa Mamasa.
Perwakilan aliansi, Agum Gunawan Masri, menegaskan bahwa Student Center merupakan kebutuhan strategis yang tidak bisa lagi ditunda. “Kami datang untuk memastikan bahwa komitmen Pemda benar-benar diwujudkan. Student Center adalah ruang belajar, ruang pengembangan diri, dan ruang penguatan identitas mahasiswa Mamasa. Ini investasi jangka panjang bagi daerah,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa melalui Asisten Daerah dan Kepala Bagian Aset menyampaikan bahwa pemenuhan komitmen pembangunan Student Center akan dilaksanakan secara bertahap. Dalam kesepakatan audiensi, Pemda Mamasa menetapkan dua tahapan utama:
1. Sepanjang tahun 2025 — Pemerintah Daerah akan mengupayakan proses pengadaan lahan sebagai tahap awal pembangunan Student Center.
2. Tahun 2026 — Pembangunan fisik Student Center direncanakan mulai direalisasikan.
Agum Gunawan Masri menyambut baik adanya kejelasan tahapan tersebut, namun menegaskan bahwa mahasiswa akan tetap mengawal proses ini secara ketat. “Kami menghargai respon Pemda, tetapi komitmen tanpa pengawasan bisa saja mandek. Mahasiswa akan terus mengawal hingga Student Center benar-benar berdiri dan bisa digunakan,” tambahnya.
Audiensi ini menjadi momentum penting yang menunjukkan bahwa mahasiswa dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab bersama dalam memastikan hadirnya fasilitas yang menunjang kualitas pendidikan dan pemberdayaan generasi muda Mamasa di masa mendatang.


