Penulis : Taufik Rama Wijaya
TULASAN. ID, Mamasa – Pemerintah Kabupaten Mamasa dijadwalkan melaksanakan uji kompetensi atau job fit bagi pejabat pimpinan tinggi pratama di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Agenda yang digelar di Makassar pada Minggu, (10/8/2025) ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menempatkan para pemimpin OPD sesuai dengan kinerja dan latar belakang keilmuannya.
Namun, publik berharap job fit kali ini tidak sekadar menjadi formalitas atau rotasi jabatan biasa. Proses ini harus dijalankan dengan asas meritokrasi dan prinsip “The Right Man on The Right Place”, sehingga jabatan strategis tidak diisi oleh orang yang hanya mengandalkan kedekatan politik, tetapi benar-benar berkompeten di bidangnya.
“Meritokrasi itu penting, karena kinerja OPD sangat bergantung pada kompetensi pimpinannya. Kepala Dinas Pertanian, misalnya, harus paham dunia pertanian. Kepala BPKAD harus menguasai manajemen keuangan daerah. Kalau tidak, yang rugi adalah masyarakat,” tegas Stenly Gideon, pemerhati kebijakan publik Mamasa.
Stenly juga mengingatkan bahwa job fit tidak boleh menjadi ajang bagi kepentingan politik sesaat.
“Kalau proses ini hanya jadi formalitas, maka kita akan mengulang masalah yang sama: lambannya pelayanan, program tidak tepat sasaran, dan rendahnya kepercayaan publik. Hasil penilaian harus transparan dan bisa diawasi oleh DPRD dan masyarakat,” tambahnya.
Sejumlah kalangan menilai job fit kali ini menjadi ujian integritas bagi Pemkab Mamasa. Jika dijalankan secara objektif, Mamasa berpeluang memiliki jajaran pimpinan OPD yang solid, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tetapi jika dilakukan setengah hati, publik akan memandangnya sebagai mutasi berbungkus evaluasi yang tidak menyentuh akar masalah birokrasi.
Momentum 10 Agustus di Makassar ini harus menjadi pesan tegas: jabatan adalah amanah bagi yang mampu dan mau bekerja dengan integritas, bukan hadiah untuk yang dekat dengan kekuasaan.


