Penulis : Taufik Rama Wijaya
TULASAN.ID, Mamasa – Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Pitu Ulunna Salu Kondosapata Wai Sapalelelan (PD AMAN PUS Kondosapata) sukses menyelenggarakan Pendidikan Kader Pemula dan Sosialisasi Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) pada tanggal 7–8 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh pemuda-pemudi perwakilan dari berbagai komunitas masyarakat adat di Kabupaten Mamasa.
Pendidikan kader ini merupakan upaya nyata AMAN untuk memperkuat kapasitas generasi muda masyarakat adat, agar mereka memahami nilai-nilai perjuangan masyarakat Adat, memiliki kemampuan dasar dalam pengorganisasian komunitas, serta siap menjadi pelanjut perjuangan dalam menjaga dan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
Ketua Pengurus Harian PD AMAN PUS Kondosapata Wai Sapalelelan, Thomas D, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap antusiasme peserta dan panitia pelaksana. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam membentuk kader muda yang berakar di masyarakat adat dan siap berperan aktif di komunitasnya.
“Pendidikan kader ini adalah bagian dari tanggung jawab AMAN untuk memastikan perjuangan masyarakat adat terus berlanjut. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya paham adatnya, tapi juga mampu memperjuangkannya,” ujar Thomas D.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah BPAN Sulawesi Selatan (PW BPAN SULSEL), Sudirman, yang memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya proses kaderisasi di tubuh AMAN dan BPAN sebagai fondasi bagi keberlanjutan gerakan masyarakat adat.
“BPAN lahir dari semangat muda untuk menjaga adat dan wilayahnya. Karena itu, pendidikan kader seperti ini sangat penting agar kita terus memiliki generasi yang siap mengabdi untuk masyarakat adat,” tutur Sudirman.
Hadir pula Alex Palulungan, perwakilan dari Dewan AMAN Wilayah Sulawesi Selatan (DAMANWIL SULSEL), yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk konsolidasi penting antara generasi muda dan struktur organisasi AMAN di tingkat daerah.
Selain itu, Ketua PD BPAN Mamasa, Kharisma Tanduk Layuk, turut hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta agar terus aktif dalam memperkuat gerakan pemuda adat di Mamasa.
Selama dua hari, para peserta mengikuti sejumlah materi pendidikan, seperti pengenalan gerakan masyarakat adat, sejarah dan struktur organisasi AMAN dan BPAN, nilai-nilai perjuangan adat, serta dasar-dasar pengorganisiran komunitas.
Kegiatan ditutup dengan pernyataan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus memperkuat jaringan pemuda adat di wilayah Mamasa dan berkontribusi aktif dalam memperjuangkan pengakuan serta perlindungan wilayah adat masing-masing.
Dengan semangat “Bangkit, Bersatu, Bergerak untuk Masyarakat Adat!”, Pendidikan Kader Pemula ini menjadi tonggak penting bagi lahirnya generasi baru pejuang adat di Tanah Pitu Ulunna Salu.


