HomeLingkungan & KesehatanPemuda Salurano Tolak Rencana TPA Salurano, Khawatir Ancaman Kesehatan dan Lingkungan

Pemuda Salurano Tolak Rencana TPA Salurano, Khawatir Ancaman Kesehatan dan Lingkungan

Penulis : Efraim

TULASAN.ID, Mamasa – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Salurano, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa menuai penolakan dari masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Pada Kamis (28/8/2025), sekelompok pemuda yang menamakan diri Aliansi Tanduk Kalua bersama Pemuda Desa Salurano memasang baliho di Jalan masuk TPA Salurano yang berisi penolakan terhadap rencana tersebut.

Koordinator aksi, Reynal Mesakaraeng, menegaskan bahwa pemasangan baliho merupakan simbol perlawanan warga terhadap kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat. Menurutnya, lokasi TPA yang direncanakan sangat dekat dengan permukiman penduduk, sehingga dikhawatirkan menimbulkan dampak serius bagi kesehatan maupun kenyamanan warga.

“Kami menolak keras keberadaan TPA ini. Penempatannya terlalu dekat dengan rumah-rumah warga. Jika tetap dilanjutkan, ini akan menimbulkan masalah kesehatan, pencemaran lingkungan, dan bau tidak sedap yang pasti mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Reynal di sela aksi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa masyarakat tidak pernah diajak berdiskusi secara terbuka mengenai rencana pembangunan TPA tersebut.

“Kami menilai keputusan ini sepihak. Warga seolah tidak dilibatkan. Padahal, yang akan merasakan langsung dampaknya adalah kami yang tinggal di sekitar lokasi,” tegasnya.

Penolakan ini tidak hanya datang dari kalangan pemuda, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Beberapa warga menilai, selain bau menyengat, keberadaan TPA berpotensi mencemari sumber air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kekhawatiran itu semakin menguat karena sebagian besar warga Salurano dan Malabo menggantungkan hidup pada pertanian dan perkebunan, yang tentu sangat bergantung pada kualitas lingkungan.

Salah seorang warga Malabo yang enggan disebutkan namanya, menyebutkan bahwa pemerintah seharusnya mencari lokasi alternatif yang lebih jauh dari permukiman.

“Kami tidak menolak adanya TPA, tapi jangan di sini. Salurano bukan tempat yang tepat. Kami ingin lingkungan tetap bersih dan sehat,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait penolakan warga. Namun, masyarakat berharap aspirasi mereka didengar dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum proyek tersebut dilanjutkan.

Reynal menegaskan bahwa aksi penolakan tidak akan berhenti hanya pada pemasangan baliho. Jika pemerintah tetap ngotot, pihaknya berencana melakukan aksi lanjutan dalam bentuk demonstrasi yang lebih besar.

“Kami akan terus bersuara sampai pemerintah menghentikan rencana ini. Lingkungan adalah hak bersama, dan kami tidak akan tinggal diam jika kesehatan warga dipertaruhkan,” tutup Reynal

1 COMMENT

  1. Saya sudah merasakan dampaknya waktu di Bantar gebang bekasi.
    Kualitas udara jadi tidak sehat karna baunya sangat menyengat dan masyarakat sekitar tiap hari mencium bau sampah.

    Salam Semangat kepada Aliansi Tandu Kalua.🔥💪
    Dari orang Mamasa Jauh😅🙏😇

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img