Penulis : Taufik Rama Wijaya
TULASAN.ID, Makassar – Sebuah momentum bersejarah terjadi bagi para pelaut asal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pada Sabtu (5/6/2025), sebanyak 16 pelaut tangguh yang berasal dari Bumi Kondosapata resmi membentuk Ikatan Pelaut Mamasa (IPM) yang diberi nama IPM Bumi Kondosapata dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat di Kota Makassar.
Pembentukan organisasi ini lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama pelaut berdarah Mamasa yang tersebar di berbagai penjuru wilayah, baik yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri. IPM hadir sebagai wadah pemersatu dan ruang berbagi informasi antar sesama pelaut, khususnya informasi pekerjaan, pelatihan, serta akses perlindungan dan peningkatan kesejahteraan.
Dalam pertemuan tersebut, Salmon Soppang, M.M,ar.E secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum IPM, didampingi oleh Michael William sebagai Wakil Ketua. Keduanya merupakan sosok pelaut berpengalaman yang dipercaya mampu membawa IPM ke arah yang lebih solid dan progresif.
“IPM ini bukan sekadar organisasi, tapi rumah kita bersama. Kita ingin agar semua pelaut dari Mamasa merasa punya tempat untuk berbagi, bersatu, dan saling menguatkan. Harapan kita besar, agar IPM dapat menjadi jembatan solidaritas, serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan para pelaut, di manapun mereka berada,” ungkap William saat di konfirmasi Via Whatsapp
Organisasi ini juga mengusung semangat lokal dengan semboyan khas Mamasa:
“Sitayuk, Sikamase, Sirande Maya-maya.”
Yang berarti “Kita Bersatu, Saling Mengasihi, dan Menguatkan dalam Kebersamaan”.
Dengan semangat persaudaraan dan profesionalisme, IPM Bumi Kondosapata diharapkan menjadi contoh organisasi diaspora yang solid dan berdampak nyata, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Mamasa yang ingin berkiprah di dunia pelayaran.
Ikatan Pelaut Mamasa adalah organisasi independen yang menghimpun para pelaut berdarah Mamasa untuk memperkuat jaringan kerja, solidaritas, dan advokasi hak-hak pelaut. Organisasi ini terbuka untuk seluruh pelaut asal Mamasa dari berbagai latar belakang perusahaan, bendera kapal, dan wilayah kerja.


