HomeAdat & BudayaDari Malabo untuk Masa Depan: Masjid Nurul Huda Dibangun dalam Gotong Royong...

Dari Malabo untuk Masa Depan: Masjid Nurul Huda Dibangun dalam Gotong Royong Umat Beragama

Penulis : Taufik Rama Wijaya

TULASAN.ID, Mamasa – Di tengah narasi dunia yang kerap dipenuhi sekat identitas, sebuah peristiwa sederhana namun bermakna besar terjadi di Desa Malabo, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa. Pembangunan Masjid Nurul Huda Malabo tidak hanya berdiri di atas fondasi semen dan batu, tetapi juga di atas semangat kebersamaan lintas iman.

Pada Rabu, (21/1/2026) suasana halaman masjid dipenuhi aktivitas gotong royong. Umat Islam dan umat Kristiani bahu-membahu dalam proses pengecoran ring balok masjid. Tanpa sekat, tanpa jarak yang ada hanya kerja sama dan senyum yang saling menguatkan.

Keterlibatan umat Kristiani bukanlah hal baru dalam pembangunan masjid ini. Sejak tahap awal pembangunan, warga gereja khususnya dari Jemaat Pambe dan jemaat lainnya secara konsisten hadir dan turut membantu setiap kegiatan gotong royong. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa toleransi di Malabo bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari.

Zul, salah satu pemuda Islam Mamasa yang turut bekerja dalam pengecoran, menegaskan bahwa kebersamaan lintas iman telah lama menjadi denyut kehidupan masyarakat Tanduk Kalua.

“Kebersamaan seperti ini sudah biasa bagi kami. Di Tanduk Kalua, perbedaan agama bukan alasan untuk berjauhan. Justru di situlah kami saling menguatkan,” ujarnya.

Apa yang terjadi di Malabo seolah memproyeksikan wajah masa depan Indonesia di mana rumah ibadah bukan hanya milik satu umat, tetapi simbol persaudaraan kemanusiaan. Masjid Nurul Huda Malabo tumbuh sebagai ruang spiritual sekaligus monumen sosial: bahwa harmoni antarumat beragama dapat dibangun dari kerja nyata, bukan sekadar wacana.

Di Mamasa, masa depan itu tidak ditunggu. Ia sedang dibangun bersama-sama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

spot_img